KAJIAN RIGHT OF WAY (ROW) PELETAKAN PIPA DASAR LAUT KALTIM – JAWA

N.Y. Geurhaneu dan Undang Hernawan - Puslitbang Geologi Kelautan

 

Pulau Jawa memiliki kebutuhan akan hasil migas yang sangat tinggi, yaitu sekitar 70 persen dari konsumsi energi di Indonesia. Diantara alternatif pemasokan gas bumi ke Jawa adalah membangun pipa transmisi dari Kalimantan Timur ke Jawa. Pipa tranmisi jalur ini merupakan gabungan jalur onshore (Bontang – Banjarmasin) dan offshore (Banjarmasin – Semarang). Studi ini dikhususkan untuk mengkaji jalur pipa offshore. Peletakan jalur pipa pada bawah laut (offshore) sangat dipengaruhi oleh kondisi perairan, baik dasar perairan maupun perairan bagian atasnya, baik secara geologi, geofisika, arus, gelombang, lingkungan dan aspek lainnya, seperti hukum dan perundangan, hubungan dengan pengguna laut lainnya.

Kajian ini ditujukan adalah memperoleh data dan informasi yang dapat dijadikan parameter penentu pemilihan lokasi peletakan jalur pipa gas bawah laut. Hasil studi menunjukkan bahwa jalur pipa offshore dari Banjarmasin – Semarang bejarak sekitar 600 kilometer, dengan lokasi landfall di daerah Takisung, Banjarmasin dan landing poin di Semarang – Jawa Tengah. Daerah Takisung terpilih sebagai daerah landfall karena daerah ini bukan merupakan daerah militer seperti di pelaihari, sehingga tidak ada konflik interes dan bukan merupakan daerah sedimentasi tinggi. Pada daerah ini juga berdekatan dengan landfall/landing poin dari pengguna lainnya, seperti kabel telekomunikai. Secara umum kondisi geologi jalur pipa Banjarmasin –Semarang merupakan daerah yang cukup stabil baik ditinjau dari segi tektonik maupun litologi dasar lautnya. Namun beberapa kenampakan struktur patahan antara Pulau Jawa dan Kalimantan harus tetap mendapatkan perhatian khusus. Demikian pula dengan pusat gempa yang terdapat tidak merata yang mungkin terlewati oleh jalur pipa tersebut. Batimetri lokasi jalur pipa pada umumnya mempunyai topografi landai. Pada landing point semarang batimetri landai sampai jarak sekitar 2 km ke arah laut dan selanjutnya topografi agak curam.

Topografi landfall takisung landai bergelombang. Penentuan jalur pipa bisa melewati offshore secara keseluruhan ataupun melewati karimun jawa, bila diperlukan. Secara geologi daerah ini mempunyai kondisi dengan bahaya geologi yang seragam. Hal perlu diperhatikan untuk daerah Karimun Jawa adalah adanya daerah-daerah berkarang di sekitar pulau Karimun Jawa, yang lokasinya bisa teridentifikasi dari ekstraksi data Landsat TM.

Comments (2)

  • anon
    muhammad fahri (not verified)

    terimakasih atas infonya, apakah bisa tolong dijelaskan  lebih lanjut mengenai pejelasan zona pipa gas bawah laut beserta mekanisme pengaturannya ? terimakasih 

    Nov 06, 2016
  • PPPGL's picture
    PPPGL

    bisa langsung kontak ke sekretariat[at]mgi.esdm.go.id ya mas untuk info lebih lanjut

    Nov 10, 2016

Leave a comment

Full HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.